Kurniawan Muhammad, S.Pi, M.IP.

Penulis adalah Direktur Jawa Pos Radar Malang.

Menjelajahi Kota-Kota Unik dan Eksotik di Turki (1)

Antara Selat Bosphorus dan Benteng Konstanstinopel


Jika ada negara yang layak untuk dikunjungi, salah satunya adalah Turki. Negara ini unik, dan kaya dengan objek wisata mengagumkan. Pernah menjadi negara super power, sejarah Turki patut untuk diketahui dan dipelajari. Inilah catatanku selama 8 hari berada di negara itu belum lama ini.

*********
Apa uniknya Turki? Menurut saya, ini salah satunya: Dari sisi wilayah, negara ini dibagi dua: Wilayah Asia dan Eropa. Tak banyak negara di dunia ini yang seperti itu. Pembagian wilayah Eropa dan Asia di Turki sangat kentara di Istanbul, kota terbesar dengan jumlah penduduk terbesar di Turki (sekitar 15 juta jiwa). Ada Istanbul bagian Asia (sekitar 93 persen), dan ada Istanbul bagian Eropa (sekitar 7 persen). Pembatasnya adalah Selat Bosphorus. Inilah yang disebut negara Transkontinental. Jadi, Istanbul bisa juga disebut sebagai pintu masuk ke Asia dan juga sebagai pintu masuk ke Eropa.

Ketika berada di Istanbul, saya (dan juga mungkin para wisatawan lain) langsung terpana dengan kota ini. Indah dengan keberadaan Selat Bosphorusnya. Sehingga kepenatan karena sering terjebak macet, seakan langsung dihibur dengan keindahan pemandangan di Selat Bosphorus.

Soal kemacetan, Istanbul memang kota paling macet di Turki. Mungkin “11-12” dengan Jakarta. Tapi, bedanya di Istanbul, di sana terus dibangun infrastruktur untuk mengurai kemacetan lalu-lintas, dan termasuk cepat direalisasikan. Salah satunya dengan membangun jalur di bawah laut yang menghubungkan antara Istanbul Asia dan Eropa.

Yang juga membuat saya terpana dengan Istanbul adalah adanya bekas bangunan benteng, yang sisa-sisanya masih berdiri kokoh, angkuh, sampai sekarang. Sehingga semakin menambah nilai eksotisme Istanbul. Anda yang membaca sejarah, mungkin sudah ada yang mengetahui, bahwa Istanbul itu dulunya bernama Konstantinopel. Di era kekuasaan Romawi, Konstantinopel adalah ibu kotanya Kekaisaran Romawi Timur.

Antara abad ke 4 – 5 Masehi, untuk memperkokoh pertahanan di Konstantinopel, dibangunlah sebuah benteng, yang dibikin untuk melindungi kota dari serangan darat maupun laut. Panjangnya sekitar 2 kilo meter. Hasilnya, selama berabad-abad lamanya, benteng itu memang sulit ditembus, meski beberapa kali diserang. Dan selama itu pula, Konstantinopel aman-aman saja. Ada yang menyebut, bangunan benteng tadi sebagai salah satu sistem pertahanan paling kompleks di dunia.
Hingga pada abad pertengahan, tepatnya abad ke- 15 (1453 M), benteng tersebut akhirnya bisa ditembus oleh Sultan ke 7 dari Dinasti Utsmaniyah (Ottoman), penguasa Turki, Muhammad Al Fatih (Sultan Mehmed II).

Runtuhnya benteng Konstantinopel menjadi penanda runtuhnya Kekaisaran Romawi yang berkuasa selama 11 abad lebih. Dan yang menakjubkan, sisa-sisa bangunan benteng itu, sampai sekarang masih berdiri kokoh. Inilah hebatnya Turki. Bayangkan, bangunan benteng yang berdiri sejak sekitar 15 abad lalu, sampai sekarang masih bisa disaksikan. Kita pun membayangkan, betapa canggihnya peradaban di masa lalu. Mampu bikin benteng, yang begitu kokohnya.

(Dilengkapi dari berbagai sumber/bersambung)


*) Tulisan dalam artikel ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi smadajo92.com

Artikel terkait :